9 Potensi Ekonomi Maritim Indonesia

Berkaitan dengan kemaritiman dikenal istilah ekonomi kelautan, ekonomi maritim, dan potensi ekonomi maritim. Ekonomi kelautan (marine economy) merupakan kegiatan ekonomi yang dilakukan di wilayah pesisir dan lautan serta di darat yang menggunakan sumber daya alam (SDA) dan jasa-jasa lingkungan kelautan untuk menghasilkan barang dan jasa. Adapun ekonomi maritim (maritime economy) merupakan kegiatan ekonomi yang mencakup transportasi laut, industri galangan kapal dan perawatannya, pembangunan dan pengoperasian pelabuhan serta industri, dan jasa terkait.

Indonesia memiliki potensi kemaritiman yang cukup besar. Potensi kemaritiman Indonesia adalah segala sesuatu yang terdapat di perairan laut Indonesia yang dapat dimanfaatkan oleh penduduk Indonesia dan dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk Indonesia.

Beberapa bentuk potensi ekonomi maritim Indonesia, seperti:
- Perikanan
- Terumbu karang
- Hutan Mangrove
- Sumber daya migas dan mineral
- Rumput Laut
- Transportasi laut
- Keindahan Pantai
- Taman laut
- Pertahanan laut

Berikut penjelasannya:

 

Perikanan

Laut Indonesia memiliki angka potensi lestari yang besar, yaitu 6,4 juta ton per tahun. Potensi lestari adalah potensi penangkapan ikan yang masih memungkinkan bagi ikan untuk melakukan regenerasi hingga jumlah ikan yang ditangkap tidak mengurangi populasi ikan. Estimasi potensi ikan di Indonesia memiliki total 12,01 juta ton per tahun.

Sektor perikanan juga membuka lapangan kerja, mulai dari sebagai nelayan laut, nelayan perairan umum, dan pembudidaya ikan.  Orang yang bergantung pada sektor perikanan dari hulu (penangkapan dan budidaya) sampai hilir (industri, perdagangan, jasa, dan lain-lain) cukup banyak.

 

Terumbu Karang

Terumbu karang merupakan ekosistem bawah laut yang terdiri atas kumpulan binatang karang yang membentuk struktur kalsium karbonat atau batu kapur. Ekosistem terumbu karang merupakan habitat bagi berbagai satwa laut dan menjadi penjaga keanekaragaman hayati di lautan.

Luas terumbu karang yang dimiliki Indonesia mencapai 39.583 km2 atau sekitar 45,7 persen dari total 86.503 km2 luas terumbu di wilayah segitiga karang dengan puncak keanekaragaman hayati tertinggi antara lain 590 spesies karang batu dan spesies ikan karang.

Ekosistem pesisir Indonesia berperan dalam melindungi kawasan pesisir dari abrasi dan penopang pariwisata bahari. Selain itu, juga menjadi habitat bertelur, membesarkan, dan mencari makan berbagai biota laut.  Status terumbu karang di Indonesia dibedakan menjadi empat kategori berdasarkan tutupan karang, yakni karang rusak, karang sedang, karang baik, dan karang yang sangat baik.

Beberapa manfaat dan fungsi dari terumbu karang di antaranya: pelindung ekosistem pantai, rumah bagi banyak jenis makhluk hidup di laut, sebagai sumber obat-obatan, sebagai obyek wisata, sebagai sumber pendidikan

 

Hutan Mangrove

Umumnya, hutan mangrove berkembang dengan baik pada pantai yang terlindung, muara sungai, atau laguna.

Fungsi hutan mangrove dapat dilihat secara ekologis dan ekonomis, sebagai berikut:

- Fungsi ekologis sebagai habitat binatang laut untuk berlindung, mencari makan, dan berkembang biak. Selain itu, juga untuk melindungi pantai dari abrasi air laut.

- Fungsi ekonomis, penduduk memanfaatkan kayu sebagai bahan bakar atau bahan pembuat arang. Udang dan jenis ikan lainnya yang berkem bang biak dengan baik di tempat ini dapat dimanfaatkan manusia.

Hutan mangrove di Indonesia tersebar di pesisir sebelah barat Sumatera, beberapa bagian ada di pantai utara Jawa, sepanjang pesisir Kalimantan, pesisir Sulawesi, pesisir selatan Papua, dan beberapa pulau kecil lainnya.

 

Sumber daya migas dan mineral

Produksi minyak dan gas bumi di Indonesia umumnya berasal dari kawasan pesisir dan lautan.  Belum lama ini ditemukan jenis energi baru pengganti BBM berupa gas hidrat dan biogenik di lepas pantai barat Sumatera, selatan Jawa Barat, dan bagian utara Selat Makassar dengan potensi melebihi seluruh potensi migas.

Adapun potensi tambang dasar laut, seperti aluminium, mangan, tembaga, zirconium, nikel, kobalt, biji besi non-titanium, vanadium, dan lainnya sampai sekarang belum teridentifikasi karena membutuhkan teknologi yang maju untuk mengembangkannya. Selain itu, Indonesia dapat memanfaatkan potensi laut sebagai sumber energi listrik melalui teknologi panas laut, pasang surut, arus laut, angin, gelombang laut, serta bioenergi dari ganggang laut.

Laut juga menyimpan kandungan bahan tambang dan mineral yang bernilai ekonomi tinggi.

 

Rumput Laut

Selain hidup bebas di alam, beberapa jenis rumput laut juga banyak dibudidayakan oleh masyarakat pesisir Indonesia. Contoh rumput laut yang banyak dibudidayakan, di antaranya Eucheuma cottonii dan Gracilaria. Rumput laut banyak mengandung gizi sehingga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, di antaranya:

- Mencegah kanker
- Mencegah stroke
- Mencegah penuaan dini
- Mencegah penurunan kecerdasan
- Sebagai makanan diet penurun berat badan
- Sebagai antioksidan dan meningkatkan kekebalan tubuh
- Mencegah gejala osteoporosis
- Mencegah penyakit gangguan pencernaan
- Membantu mempercepat penyembuhan luka

 

Transportasi laut

Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat memerlukan sarana transportasi laut. Dengan jumlah pulau lebih dari 17.000, perlu pengelolaan industri transportasi yang membantu kelancaran transportasi antarpulau tersebut.

Sarana ini ditujukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas antarpulau.

 

Keindahan Pantai

Indonesia memiliki garis pantai sepanjang 95.181 kilometer, sehingga memiliki banyak destinasi wisata pantai yang mendunia. Selain itu, kekayaan ekosistem bawah laut menjadi salah satu sektor pariwisata yang diminati oleh banyak orang.  Pengembangan potensi pariwisata Indonesia khususnya yang berkaitan dengan keindahan pantai atau wisata bahari harus terus diupayakan melalui promosi pariwisata laut unggulan, penyelenggaraan festival bertemakan laut, pembangunan infrastruktur pariwisata, dan sebagainya.

Contoh: Pantai Pink Pulau Komodo, Pantai Derawan, Pantai Ora Maluku Tengah, dan Tomini Bay.

wisata keindahan pantai atau wisata bahari diyakini dapat mempunyai efek berganda (multiplier effect) yang dapat menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, mendatangkan wisatawan yang berasal dari luar negeri (devisa).

Selain itu, pengembangan wisata keindahan pantai atau wisata bahari mempunyai dampak positif untuk tumbuh serta bangkitnya jiwa dan budaya bahari yang dapat memberikan efek berganda dalam mendorong terwujudnya negara maritim yang tangguh.

 

Taman Laut

Taman laut adalah sebutan tidak resmi untuk menyatakan bahwa kawasan perairan tersebut memiliki keindahan dan kekayaan hayati bawah laut yang berada di dalam kawasan konservasi, seperti taman nasional, cagar alam, maupun suaka margasatwa.  Di Indonesia tidak dikenal istilah taman laut. Adapun yang dikenal biasanya adalah taman nasional laut dan cagar alam laut.  Terlepas dari nama yang diberikan, Indonesia telah dianugerahi berbagai kawasan perairan yang indah, misalnya:

- Taman Laut Bunaken di Sulawesi Utara
- Taman Laut Raja Ampat di Papua Barat
- Taman Laut Kepulauan Karimunjawa
- Taman Laut Wakatobi di Sulawesi Tenggara
- Taman Laut Derawan di Kalimantan Timur
- Taman Laut Pulau Menjangan di Bali
- Taman Laut Pulau Rubiah di Aceh

 

Pertahanan laut

Konsistensi mewujudkan keamanan laut Indonesia tidak terlepas dari peran negara untuk mendorong dan memprioritaskan pembangunan kekuatan keamanan maritim.

TNI Angkatan Laut sebagai salah satu komponen kekuatan keamanan maritim yang merupakan bagian dari komponen kekuatan pertahanan negara di laut tampil sebagai ujung tombak mewujudkan keamanan maritim Indonesia sesuai dengan medan pengabdiannya di laut.

Konsep negara maritim tidak lepas dari kekuatan pertahanan. Jika pertahanan kuat, kedaulatan negara pun akan terlindungi dari ancaman luar.

 

Sumber: kompas.com